Sabtu, 24 Februari 2018

PENGERTIAN REWARD (GANJARAN)

Pengertian Reward (Ganjaran)
Reward (ganjaran) menurut bahasa, berasal dari bahasa Inggris reward yang berarti penghargaan atau hadiah[1] Sedangkan reward (ganjaran) menurut istilah ada beberapa pendapat yang akan dikemukakan sebagai berikut, diantaranya adalah: Menurut M. Ngalim Purwanto “reward (ganjaran) ialah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan”[2] Menurut Amir Daien Indrakusuma “reward (ganjaran) adalah penilaian yang bersifat positif terhadap belajarnya siswa”[3]
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa reward (ganjaran) adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan yang diberikan kepada siswa karena mendapat hasil baik dalam proses pendidikannya dengan tujuan agar senantiasa melakukan pekerjaan yang baik dan terpuji. Peranan reward (ganjaran) dalam proses pengajaran cukup penting terutama sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku siswa. Hal ini berdasarkan atas berbagai pertimbangan logis, diantaranya reward (ganjaran) biasanya dapat menimbulkan motivasi belajar siswa, dan reward (ganjaran) juga memiliki pengaruh positif dalam kehidupan siswa.
Reward (ganjaran) merupakan alat pendidikan yang mudah dilaksanakan dan sangat menyenangkan para siswa, untuk itu reward (ganjaran) dalam suatu proses pendidikan sangat dibutuhkan keberadaannya demi meningkatkan motivasi belajar siswa.
Maksud dari pendidik memberi reward (ganjaran) kepada siswa adalah supaya siswa menjadi lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau mempertinggi prestasi yang telah dicapainya, dengan kata lain siswa menjadi lebih keras kemauannya untuk belajar lebih baik.[4]
Dalam agama Islam juga mengenal metode reward (ganjaran), ini terbukti dengan adanya pahala. Pahala adalah bentuk penghargaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nya yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh seperti; sholat, puasa, membaca al-Qur’an dan perbuatanperbuatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam al-Qur’an juga dijelaskan bahwa kita dianjurkan untuk berbuat kebaikan, yaitu dalam Q.S. al-Baqarah ayat 261[5]
ã@sW¨B tûïÏ%©!$# tbqà)ÏÿZムóOßgs9ºuqøBr& Îû È@Î6y «!$# È@sVyJx. >p¬6ym ôMtFu;/Rr& yìö7y Ÿ@Î/$uZy Îû Èe@ä. 7's#ç7/Yß èps($ÏiB 7p¬6ym 3 ª!$#ur ß#Ï軟Òム`yJÏ9 âä!$t±o 3 ª!$#ur ììźur íOŠÎ=tæ ÇËÏÊÈ
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Q.S. al-Baqarah ayat 261)
Berdasarkan ayat di atas jelaslah bahwa metode reward (ganjaran) mendidik kita untuk berbudi luhur, maka diharapkan agar manusia selalu berbuat baik dalam upaya mencapai prestasi-prestasi tertentu dalam hidup dan kehidupan di dunia.
Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian reward (ganjaran) dalam konteks pendidikan dapat diberikan bagi siapa saja yang berprestasi, dengan adanya reward (ganjaran) itu siswa akan lebih giat belajar karena dengan adanya reward (ganjaran) itu siswa menjadi termotivasi untuk selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, untuk itulah pentingnya metode reward (ganjaran) di terapkan di sekolah.



                [1] John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 1996), h. 485
                [2] M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis Dan Praktis (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), h. 182
                [3] Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1973), hlm. 159
                [4] M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan… h. 187
                [5] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah dan Penjelasan Ayat Ahkam (Jakarta: Pena Qur’an, 2002), h. 45
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © MAHSUN DOT NET