Rabu, 14 Juni 2017

Kepribadian Rasulullah SAW.

    Kepribadian Rasulullah SAW.
            Satu-satunya Rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan adalah Nabi Muhammad SAW. Karena itu ajarannya sangat universal, tidak hanya tentang ibadah dan keakhiratan, namun juga urusan-urusan duniawi yang mencakup semua sisi kehidupan manusia, mulai dari masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih banyak orang yang buta terhadap pribadi dan kehidupan beliau. Akibatnya, mereka terhalang untuk melihat dan merasakan kebenaran yang dibawanya. Kepribadin Rasulullah SAW. dijelaskan dalam Al-qur’an surat Al-Ahzab ayat 21:
             Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan banyak mengingat Allah  (QS Al-Ahzab (33): 21).[1]

Rasulullah SAW. memiliki kepribadian yang terpuji. Hal itu tampak sejak masih kanak-kanak sampai dewasa sebelum diangkat sebagai Rasul Allah SWT. Semasa kecil beliau terpelihara dari hal-hal yang tercela. Beliau mendapatkan kemampuan berbahasa Arab yang baik. Beliau memiliki sifat sidik, amanah, fathonah, sifat-sifat yang telah dimilikinya sebelum diutus menjadi Rasul. Maka layaklah bila kemudian masyarakat memberi gelar kepada beliau “Al-Amin” karena kejujuran dan kemuliaan akhlaknya. Beliau juga selalu berkata dengan halus dan bersikap lemah lembut, serta orang yang rajin dan suka bekerja keras. Beliaupun sering berdo’a memohon kepada Allah SWT. agar senantiasa diberikan petunjuk dan terpelihara akhlaknya dari perbuatan tercela
Al-Hasan bin Ali K.W. menceritakan bahwa: Husein (saudaranya) berkata: “Aku bertanya kepada ayahku (Ali bin Abi Thalib) tentang perilaku Nabi SAW. pada shahabat-shahabatnya”. Ayahku berkata: Rasulullah SAW. adalah orang yang bermuka manis, lembut budi pekertinya, tawadhu’ tidak bengis, tiada kasar, tiada bersuara keras, tiada berlaku keji, tidak suka mencela dan juga tiada kikir. Beliau membiarkan (tidak mencela) apa yang tidak disenanginya. Beliau tidak menjadikan orang yang mengharapkan (pertolongannya) menjadi putus asa, tiada pula menolak untuk itu. Beliau tinggalkan dirinya dari tiga perkara, yaitu: dari perbantahan, menyobongkan diri dan dari sesuatu yang tidak selayaknya.
            Beliau tinggalkan orang lain dari tiga perkara, yaitu; beliau tidak mencela seseorang, beliau tidak membuat malu orang dan beliau tidak mencari keaiban orang. Beliau tidak bicara melainkan pada sesuatu yang diharapkan ada baiknya. Beliau berbicara semua orang dimajlisnya tertunduk, seolah-olah kepala mereka dihinggapi burung.[2]


            [1] Al-Qur’an dan Terjemahnya.
                [2] Partagerinfos, Kepribadian Rasulullah SAW, di unduh pada tgl 16 Okt. 2016, di http://partagerinfos.blogspot.co.id/2013/06/kepribadian-rasulullah-saw-dan-para.html

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © MAHSUN DOT NET