Jumat, 24 Juni 2016

CERPEN PERJALANAN EMPAT WANITA SOLEHAH


          Cerpen

PERJALANAN EMPAT WANITA SOLEHAH

S
 
 
eorang wanita, bernama “Anisa” pergi dari desanya karena sudah    merasa  tak   nyaman   tinggal    di desa yang  ramai  dengan   orang-orang  yang selalu
maksiat dan berbuat keji. Ia mencari desa yang tentram, nyaman dan jauh dari perbuatan maksiat dan keji.
Ketika dalam perjalanan Anisa bertemu dengan “Rahma”. Rahma adalah teman Anisa yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumah Anisa. dan percakapanpun berlangsung.

Anisa      : “As’salamualaikum…Rahma…!!!
Rahma : “Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh…Anisa….”. Rahma          menjawab salam dengan sayup-sayup.
Rahma   : Anisa kamu mau kemana..!!! rapi banget… dan apa yang kamu bawa di tas kamu itu!!!
Anisa    : “Aku membawa pakaian ku… kamu sendiri mau kemana Rahma… ko… bawa tas juga.!!! dan apa isi dalam tas kamu itu?
Rahma    : “Seperti yang kamu bilang Anisa…Aku membawa pakaian ku juga!!!
                  “Apakah kamu di usir oleh orang tua mu…!!! 

Perbincangan terus berlangsung dan Anisa menceritakan kepada Rahma perihal sebab yang membuat Anisa pergi dari rumahnya, begitu pula sebaliknya. Rahma pun demikian pergi dari rumah dengan sebab yang sama dengan Anisa.
Rahma dan Anisa pergi dari desanya, dan mereka berjalan menelusuri jalan-jalan yang ramai dengan praktik maksiat. Di pertigaan jalan, mereka bertemu dengan sekumpulan pemuda yang sedang berjudi dan mabuk-mabukan. dan terjadi pertikaian.

Pejudi      : “heee...Neng..!!! berdua’an aja nih…emangnya mau kemana. pake bawa tas…Pejudi itu bertanya dengan tidak sopan sambil mabuk……
Anisa     : “Kami mau pergi Bang..!!! meninggalkan desa ini yang sudah penuh dengan kemaksiatan. karena kami takut Allah murka dan akan menurunkan azab di desa ini. Anisa menjawab dengan penuh ketakutan.
Pejudi  : “Sialan lo..pada… lo bilang Allah akan memberiak azab di desa ini….Hakkkkk…..
Anisa      : “Rahma, Rahma….!!! Ayo kita kabur!!!.....sebelum panjang urusannya.

Dengan tergesa-gesa Anisa dan Rahma lari dan menjauh dari pejudi itu.

Di Musholla At-Taqwa
Sesampainya di suatu pedesaan.  Anisa dan Rahma melihat seorang wanita yang sedang di usir oleh penduduk desa  tersebut.

Rahma   : “Anisa kasihan sekali yah….wanita itu di usir oleh warga.
Anisa : “Ia Rahma, aku merasa kasihan sekali melihalnya….aku tidak tega….sepertinya mau menangis.
Rahma dan Anisa langsung menolong wanita yang sedang diperlakukan kasar oleh penduduk desa tersebut.
Rahma  : “Pak,Pak,Pak…jangan seperti itu memperlakukan wanita…!!! Dia sudah tak berdaya…. berkata Rahma kepada warga denga penuh tegas!
“Kalian siapa…!!! Cepat…kamu pergi…dan jangan pernah kembali lagi ke desa ini, karena kamu telah mengotori desa ini dengan perbuatan keji kamu itu. Berkata kasar Warga kepada wanita itu.
Rahma dan Anisa mengajak wanita itu untuk meninggalkan kerumunan orang banyak.

Rahma   : “M’ba… siapa namanya? dan kenapa M’ba di usir oleh warga. Perkenalkan nama saya “Rahma” dan dia “Anisa”. Rahma bertanya sambil memperkenalkan dirinya dengan penuh sopan santun.
“Namaku “Zahwa”. aku diusir warga dengan tuduhan telah berbuat zina, karena ada seorang wanita yang tidak suka dengan pekerjaanku mengarkan anak-anak mereka mengaji Al-qur’an sehingga wanita itu menjebak aku sampai aku seperti ini…. jawab wanita tersebut dengan suara yang tertatih-tatih.
Anisa     : “Dasar biadab warga itu….!!!!
Rahma   : “Anisa Istigfar….!!! ucapan kamu tidak baik.
Anisa   : “Astagfirullahal Adzim…. Anisa terima kasih kamu telah mengingatkan   aku kepada Allah…
Rahma  : “Kita berdo’a saja… “Semoga warga itu mendapat hidayah dari Allah dan menyadari, bahwa perbuatan menuduh orang berbuat zina itu tidak di ridhoi Allah….
Anisa dan Nazwa  : “Aamiiiinnn…..
Rahma   : “Nazwa, tadi aku melihat ada musholla di pinggir jalan sana, lebih baik kita     istirahat dan makan disana sambil menunggu waktu sholat Ashar. berkata Rahma sambil  munuduhkan tangannya ke arah jalan yang ia katakan itu.

Adzan Asharpun berkumandang dengan syahdu seelok merdunya  terdengar di telinga. dan mereka sholat Ashar berjamaah.

“Nazwa setelah ini kamu mau kemana…!!!. sahut Anisa.
Nazwa      : “Aku tidak tahu mau kemana, karena aku sudah tidak punya orang tua dan saudara di dunia ini. dan aku tidak mau kembali lagi ke desa itu karena aku tahu waga di sana jahat kepadaku, lagipula aku sudah tidak di terima lagi di desa itu, warga disana selalu berbuat maksiat kepada Allah.
Anisa        : “Nazwa…. bagaimana kalau kamu ikut dengan kami?…
Nazwa     : “Terima kasih….senang sekali aku dapat mengenal kalian, seperti bertemu dengan malaikat.

Hari semakin sore, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal sementara di musholla At-Taqwa dan mereka meminta izin dengan pengurus musholla.
Seusai sholat Isya, mereka bercerita kepada pengurus mushoalla tersebut tentang keadaan mereka sekarang ini. perbincangan terus berlangsung sampai datang waktu istirahat tidur.
Di tengah malam, mereka bangun untuk sholat tahajjud. mereka bertiga berdoa agar diberi petunjuk untuk mencari kedamaian di dunia dan akhirat.
Suara lantunan azan yang merdu, memanggil mereka untuk bangun, dan sholat Shubuh berjama’ah. Setlah itu merekapun pamitan kepada pengurus musholla untuk berjalan kembali menelusuri pedesaan.
Ketika mereka sedang berjalan, mereka menelusuri jalan, mereka mendengar ada suara orang meminta tolong-tolong.

Nazwa   : “Anisa, Rahma. kalian mendengar tidak, sepertinya ada suara wanita yang minta tolong….
Anisa      : “Iya…!!! mendengarnya….
Rahma    : “Aku juga mendebagranya…!!!
Mereka langsung mencari sumber suara itu, suara itu tiba-tiba berhenti di suatu rumah, dan Merekapun langsung menghampiri rumah itu, dan Mereka melihat seeorang wanita yang sedang dipukuli suaminya.

“Dasar…!!! wanita pembawa sial. aku tidak sudi mempunyai istri yang tidak patuh perintahku….!!!. dengan kata-kata kasar laki-laki itu memarahi istrunya.
Dan suaminya langsung berlari keluar…selepas laki-laki itu pergi. Anisa, Rahma dan Nazwa menghampiri wanita itu.
“Kalian siapa? Sialahkan masuk….Wanita itu langsung menyuruh masuk dan Mereka memperkenalkan diri.
Nazwa  : “Maaf Ibu…. kalau kami tidak sopan tadi melihat Ibu bertengkar dengan Suami Ibu. Nama saya Nazwa, dan ini teman saya dua orang namanya Anisa dan Rahma. Kalau ibu siapa? dan kenapa tadi Ibu bertengkar dengan suami Ibu…!!!
 “Namaku Zahra, aku hampir saja ingin dibunuh oleh suamiku…untungnya ada kalian. Aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap Suamiku…. Aku dilarang untuk ibadah kepada Allah SWT. oleh suamiku, dan juga dilarang untuk mengenakan jilbab.

Keadaan seperti ini memaksa Zahra untuk pergi dari rumah, dan memutuskan untuk pergi bersama Anisa, Rahma dan Zahwa.
Mereka langsung berjalan keluar desa tersebut. Anisa, Rahma, Zahwa dan Zahra bertekad untuk mencari desa yang tentram, damai, dan jauh dari maksiat dengan kebahagian di dunia dan akhirat.
Mereka pantas disebut wanita soleha yang berpegang teguh kepada agama Allah karena mereka tidak ingin agamanya dilecehkan, diremehkan, dan mereka sangat tidak suka apabila ada orang melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. sehingga Mereka semua pergi dan terus berjalan menelusuri pedesaan.



Ketika di suatu pedesaan….

Nak….!!! aku lapar….sahut Ibu tua dengan suara mengeluh-ngeluh.
Anisa, Rahma, Zahwa dan Zahra mengajak ibu itu makan.
 Zahra     : “mengapa ibu bisa seperti ini….!!!!
“Saya bisa seperti ini, karena seluruh harta Ibu untuk membayar hutang, dan Ibu juga kalah berjudi sehingga Ibu bisa jadi seperti ini.

Mereka semua langsung kaget, Mereka kira, Ibu ini susah karena sebab yang benar-benar menjadi beban hidup.

Mereka langsung pergi dan berterima kasih kepada Ibu itu karena dia sudah memberitahukan kepada Mereka bahwa tempat ini tidak layak untuk Mereka, dan Mereka masih tetap mencari desa yang nyaman, tentram dan jauh dari maksiat.

Desa Yang Aneh
Mereka berhenti sejenak di mushollah, didekat desa, Mereka beristirahat sejenak untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah…

Zahra    : “Subhanaullah wabihamdi… ia sangat terkejut melihat keadaan musholla itu. Mereka sungguh senang, betapa rukunya warga desa ini melakukan ibadah sholat bersama-sama. Mereka semua sudah sepakat untuk tinggal di desa itu, dan berjalan mengelilingi pedesaan itu…..
Zahra   : “Astagfirullahal adziiim…. sungguh kagetnya Mereka. ketika melihat semua warga dipedesaan itu sedang berjudi bersama. dan sungguh anehnya lagi, mereka semua yang sedang berjudi itu, ternyata warga yang sholat jamaah di musholla tadi.

Sungguh aneh desa ini bagi Mereka. walaupun demikian, Mereka sepakat untuk menghilangkan fikiran untuk tinggal di desa itu. Mereka langsung pergi dari desa itu.

Rahma dan Zahra sudah tidak sanggup lagi. Rahma dan Zahra ingin kembali kedesa mereka masing-masing.

Anisa     : “Kalau kalian kembali ke desa masing-masing maka kamu akan terjebak oleh masyarakat di desa kamu. “Sunggung Allah akan membenci kamu, dan kita harus menjunjung tinggi agama kita. Seraya Anisa menasehati Rahma dan Zahra.
Zahwa  : “Ia…….kita tidak boleh menyerah dan putus asa untuk mencari kebenaran…!!!. Zahwa menambahkan nasihat Anisa ke Rahma dan Zahra.

Rahma dan Zahra langsung mengubur dalam-dalam keinginan mereka untuk kembali kedesanya masing-masing dan akhirnya mereka bertekad untuk terus berjuang untuk mencari desa yang damai dan jauh dari maksiat.
Mereka beristirahat untuk se malam, mereka beristirahat di dekat rumah yang sudah tidak berpenghuni. Mereka selalu bangun untuk sholat malam dan berdo’a agar mereka diberi petunjuk untuk mencari ketenangan dan kebenaran. Mereka tidur dengan lelap. Suara lantunan azan yang merdu, membangunkan mereka untuk sholat Shubuh. sehabis sholat shubuh mereka langsung bergegas untuk mulai menelusuri pedesaan kembali, mencari pedesaan yang damai dan tentram.
Ketika sesampainya disuatu desa, ada beberapa orang yang sudah sadar, dan ada juga yang masih berjudi. Mereka mendoakan semua pedesaan  yang telah mereka datangi menjadi desa yang tentram, damai dan jauh dari maksiat.

Di suatu perjalan. Mereka menemui suatu desa yang sunyi, tentram, dan nyaman. Mereka tak mau lagi menyesal dikemudian hari, ketika mereka mulai menelusuri pedesaan itu. Mereka tidak melihat suatu orangpun yang melewati pedesaan. Mereka langsung mencari seseorang.

Anisa   : “Aku tidak melihat sama sekali masjid atau musholla….!!!. Anisa sambil menengok di sekelilingnya.
ketika mereka sedang berhenti jalan sejenak….
Rahma  : “Aku melihat ada sebuah gereja yang dipenuhi oleh orang-orang desa….!!!

Astagfirullahal adzim….!!!, Astagfirullahal adzim….!!!, Astagfirullahal adzim….!!!. Mereka langsung terkejut ketika melihat bahwa orang-orang di pedesaan itu semuanya kristen.

Anisa, Rahma, Nazwa dan Zahwa terkaget  melihat kenyataan ini.
Anisa   : “Kita harus bersyukur kepada Allah. Allah masih memberikan kita nikmat Iman dan Islam…. Karena, hampir saja kita masuk kejalan yang salah dan terjebak kedalam perangkap orang-orang kristen.

Pulang Ke Desa
Melihat kenyataan ini, ke esokan harinya Mereka memutuskan untuk pulang ke desanya masing-masing. Karena menurut mereka tinggal di desa sendiri itu lebih baik walaupun masih terdapat maksiat, daripada tinggal tinggal di desa seperti ini yang masyarakatnya beragama kristen semuanya, dikhawatirkan terpengaruh tipu daya mereka.

Anisa dan Rahma pulang berbarenagan, ternyata di desanya Anisa sudah sadar. Berkat dakwahnya Ustadz Shomad melalui penagajian mingguan kepada masyarakat, untuk menyeru masyarakat kembali kepada jalan Allah SWT. akhirnay Anisa dan Rahma mau pulang kerumahnya.

Ketika Zahwa pulang. Zahwa melihat keadaan warga sudah membaik dan menyadari kesalahannya atas fitnah yang warga tujukan kepada Zahwa. Ini semua berkat kejahatan wanita yang menghasud warga untuk memfitnah Zahwa terbongkar karena ulahnya sendiri, yaitu selalu bohong kepada warga, dan wargapun menerima Zahwa kembali sebagai bagian masyarakat untuk mengajarkan anak-anak mengaji A-quran kembali.

kepulangan Zahra ke rumahnya di awali dengan rasa syukur Zahra kepada Allah….  “masya Allah dan Alhamdulillah desaku sudah mengikuti jalan Allah SWT.
 Dan Zahra bertemu dengan suaminya dengan senyuman penuh rasa terharu dan gembira, dan suaminya sudah taat beribadah kepada Allah.
“Perubahan ini diyakini oleh Mereka atas do’anya kepada Allah ketika dalam perjalalannya “semoga Allah memberikan hidayah kepada warga desanya… amiiiinnnnn……


“Semoga sedikit cerpen ini memberikan kita inspirasi untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT”.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © MAHSUN DOT NET